Rabu, 30 Maret 2016

LINTAS RAKUTAK 1922 MDPL, TURUN VIA CIHARUS HINGGA KAMOJANG (2)

Jembatan Shirotol Mustaqim di pagi hari

Minggu, 31 Januari 2016
Gw lupa kami semua bangun jam berapa, yang gw tahu bangun tidur keluar tenda view di Puncak Utama-nya udah kece bangeeet. Di belakang plang puncak, kita akan melihat Gunung Cikuray yang berdiri dengan gagahnya. Lautan awan, sinar mentari hangat, semilir angin pagi yang sejuk, dan view gunung-gunung yang banyak banget, gw gak tahu itu gunung apaan aja. Yang gw tau, Masha Allah, itu viewnya jaw-dropping banget. Gak nyangka view pagi hari di Rakutak bakalan seindah itu. Dan di kejauhan kita juga bisa liat Danau Ciharus loh.

LINTAS RAKUTAK 1922 MDPL, DARI SUKARAME HINGGA KAMOJANG (1)

Sunrise di Puncak Rakutak


Postingan Rakutak akan gw bagi dua, versi naik via Sukarame (Pacet) dan versi turun via Danau Ciharus PLTU Kamojang. Untuk postingan turun bisa dibaca disini. Untuk rincian biaya dan saran ketika mau mendaki gunung ini akan dicantumin juga kok. Selamat membaca ;)
 
 
***
 
Setelah sukses dengan pendakian tektok Sindoro-Sumbing di Januari 2016, akhirnya perjalanan gw berlanjut ke gunung yang ingin gw tapaki di tahun 2015 namun baru kesampaian di akhir Januari 2016. Yaitu gunung Rakutak yang awal mula thread sharecost-nya dimulai dengan drama baper gw dan si X, seorang TS handal di salah satu forum ajakan. Untuk detail drama dan versi 'gesrek' catpernya bisa baca disini ;)

Kamis, 19 November 2015

SLAMET : GUNUNG KE SEBELAS 5,5 BULAN!

Waktu membaca : 5-6 menit

Puncak Slamet 3442 mdpl

Sebenarnya postingan saya berikutnya tentang pengalaman saya solo backpacker ke Tulungagung yang masih fresh di kepala. Namun, sejak foto '11 Gunung 5,5 Bulan' saya yang direpost oleh akun Instagram Wanita&Gunung menjadi viral di dunia per-IG-an (azekkkk), akhirnya saya memposting cerita tentang Slamet ini. Di postingan sebelumnya 10 GUNUNG DALAM 5,5 BULAN! Saya sebenarnya sok-sokan udah mau rehat dulu dari kegiatan mendaki, namun ada kesempatan nanjak bareng teman lama, ke Gunung Slamet dan sharecost pula, ya akhirnya dari 10 gunung menjadi 11 gunung dalam 5,5 bulan. Postingan ini sekaligus merevisi postingan sebelumnya loh. Jadi saya teteup dong stick sama resolusi saya 11 GUNUNG DALAM 5,5 BULAN! (maksa dikit hahaha)

***

Selasa, 22 September 2015

10 GUNUNG DALAM 5 BULAN!

Waktu membaca : 3-4 menit


10 Gunung dalam 5 Bulan


***

Hanya satu kata yang terucap, tidak lain hanya "Alhamdulillah". Alhamdulillah wasyukurillah resolusi abal-abal gw di 2015 ini terwujud sudah. Sampai detik ini, saat menulis postingan ini, gw masih belum percaya atas pencapaian gila gw ini. Patut dikatakan 'resolusi gila' karena sebagian pendaki (mungkin gw doang sih) yang memiliki impian menjajaki 10 gunung di Pulau Jawa (atau ada yang 15 mungkin) dalam 5 bulan berturut-turut! Itu artinya gw mendaki gunung sekali dalam dua minggu hehehehe.

Selasa, 30 Juni 2015

2015 : Selamat Datang Di Gunung Pulau Jawa


Reading time : 4-5 minutes 

I feel free~

***

Semua impian ini berawal dari broadcast message WhatsApp dari temen Pangrango gw, Iqin. Isinya berupa poster pendakian Merbabu via Selo awal April 2015. Gw yang kapok dengan Papandayan dan Pangrango sebenarnya ogah untuk kembali ke dunia pendakian. Bagaimana tidak, saat itu gw hampir mati kedinginan di sana karena kurangnya perlengkapan pendakian standar. Ah, detailnya akan gw ceritakan di postingan tersendiri.

Namun kali ini gw beranikan diri. Disini gw statusnya sudah bekerja, bukan mahasiswa kere lagi. Gw sudah punya beberapa perlengkapan pendakian. Akhirnya deal, gw ikut pendakian Merbabu.


***


Minggu, 18 Mei 2014

UNOFFICIALLY GRADUATED

Reading time : 7-8 minutes.

Saya mempunyai banyak cerita, banyak sekali. Tapi tenang, saya akan menceritakannya di blog ini. Walaupun butuh usaha yang besar karena saya belum jago menulis. Saya tadinya ingin menulis postingan ini dalam bahasa Inggris, sayangnya otak saya langsung buntu. Gagal deh bikin blog yang full English.

Kali ini saya akan bercerita tentang kehidupan kampus semester akhir yang menurut saya paling susah. Di kampus saya, mahasiswa yang lulus 146 sks mata kuliah boleh memilih untuk mengambil mata kuliah skripsi di semester tujuh atau tidak. Hal tersebut merupakan hak mahasiswa. Sebagian besar teman-teman saya memilih opsi pertama, yaitu skripsi di semester tujuh. Begitu juga saya.

Di awal semester tujuh, tugas pertama kami yaitu menentukan siapa teman kelompok skripsi dan tema skripsi yang akan diambil. Yap, kami skripsi berkelompok yang maksimal 3 orang! Hahaha. Aneh memang, satu di antara sekian banyak universitas yang memberlakukan sistem tersebut. Namun tidak semua fakultas menerapkan sistem skripsi berkelompok di kampus saya. Kalau tidak salah hanya fakultas Computer Science saja.

Saya berkelompok dengan MWM dan IW, sebut saja begitu. Bisa dibilang kami bertiga memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Saya perfeksionis, suka menunda (ini sifat jelek saya), dan keras kepala. MWM tipikal lelaki yang easy-going, gaul, dan night-life person. Sedangkan IW memiliki wawasan yang cukup luas di bidang IT, cukup terkenal bagi anak-anak nerdy seangkatan, dan lamban. See? Ya, beberapa teman saya bingung kenapa kami bertiga, yang memang berbeda sekali, bisa satu kelompok. Hidup penuh perbedaan, benar?